Kamis, 08 November 2012

Gadis Kecil yang Mencari Kakaknya

Suatu hari, saya pernah bermimpi.. tapi saya sadar kalau saya bermimpi.. dan segalanya di dalam mimpi itu terasa real.. saya bisa merasakan dengan jelas suara, hembusan angin, bahkan rasa.. Di dalam mimpi itu, saya berada di sebuah kota, yang mirip dengan kota rumah saya, Cilegon.. Di dalam mimpi itu saya berada di sebuah tempat belanja, yang bernama EDI Toserba.. Di mimpi itu, Saya bisa merasakan bisingnya suara yang keluar dari kipas besar yang ada di depan EDI Toserba.. Di sana, saya bertemu dengan seorang anak perempuan berusia sekitar 10 tahun.. Wajahnya murung.. Dia berkata, kakaknya hilang entah kemana.. Dia meminta saya untuk membantunya.. Saya keluar dari EDI Toserba dan melihat sebuah rel kereta api panjang sekali.. saya langsung sadar kalau saya berada di sebuah rel yang dibangun oleh belanda.. Sepertinya banyak sekali energi-energi dari memori buruk tentang penyikasaan yang tertinggal di sana.. Saya berjalan menyusuri rel itu..anak perempuan itu terus berjalan di depan saya.. sambil memanggil-manggil kakaknya.. TIba-tiba saya berhenti di sebuah pohon besar.. Di sana tertulis "Ini adalah area kuburan massal pembangunan rel" Saya lihat anak perempuan itu terdiam sesaat dan akhirnya menggelengkan kepanya.. Ia kemudian berjalan lagi menyusuri rel.. Rel itu membawa saya dan anak perempuan itu ke sebuah pantai.. Herannya, di sana banyak sekali sosok-sosok orang yang hanya duduk terdiam menatap matahari.. Saya ikut duduk menantikan apa yang akan terjadi.. Sesaat kemudian, satu per satu mereka berjalan memasuki laut..itu persis ketika matahari terbenam.. Saya mencari anak perempuan itu, tetapi tidak ada di sana.. Ternyata dia sudah berlari menyusuri rel kembali.. Tiba-tiba, rel itu membawa saya pada sebuah rumah tua dengan gaya belanda.. di dalamnya ada sebuah pintu.. Entah kenapa saya saat itu sangat merinding.. walaupun di dalam mimpi, tapi terasa sangat sangat nyata.. saya bisa merasakan bulu kuduk saya berdiri.. Anak perempuan itu berlari menuju pintu itu dengan bertewriak memanggil nama kakaknya.. Dia menggedor-gedor pintu itu dengan sekuat tenaga.. tapi pintu itu tidak terbuka.. akhirnya saya bantu dia untuk membuka pintu itu.. Pintu itu terbuka, dan ia masuk ke dalamnya.. Beberapa saat kemudian, ternyata dia menjerit.. sekali lagi, suaranya sangat nyata.. masuk ke dalam telinga dengan menusuk.. pilu.. Sepertinya dia tidak menemui kakaknya.. atau entah kenapa.. Yang pasti nampaknya dia mengalami ketakutan yang amat sangat di dalam sana.. Saya seperti tertarik ke luar dari mimpi itu dan kemudian terbangun.. Saya masih bertanya-tanya bagaimana nasib anak perempuan itu.. tapi saya tidak bisa membantunya lagi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar